Es di Puncak Kilimanjaro Hilang
Gunung Kilimanjaro dan Gunung Kenya di Afrika tetap berdiri kukuh, dengan puncak es yang gagah serta hutan lebat di lerengnya. Namun, gambaran mengagumkan Gunung Kenya dan Kilimanjaro itu bakal tinggal cerita. Puncak es di kedua gunung tersebut makin tipis dan akan segera menghilang. Apalagi penyebabnya, kalau bukan pemanasan global.
Seperti dimuat laman All Afrika, para ahli memperingatkan es di atas Gunung Kenya akan hilang sama sekali pada 2050, jika tak ada upaya berarti dilakukan untuk membendung pemanasan global, termasuk yang diakibatkan emisi karbon perusahaan-perusahaan raksasa di Amerika Serikat dan China.
Demikian pula nasib Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Es di gunung tertinggi di Afrika itu makin menyusut. Total area yang diselimuti salju menurun dari 12 kilometer persegi pada tahun 1900, tinggal dua kilometer persegi di tahun 2000.
Ahli mengungkapkan salju di punjak Kilimanjaro hilang sebanyak 80 persen dalam waktu satu abad. Diperkirakan pada 2020, es di Kilimanjaro benar-benar hilang.
Lonnie Thompson, profesor Ilmu Bumi Ohio State University menemukan 85 persen es di puncak Kilimanjaro pada 1912, menghilang pada 2007.
Pencairan es di beberapa tahun belakangan ini unik. Pada 2000 dia menguji sample es Kilimanjaro. Dia menemukan salju di permukaan teratas di sana tidak padat, namun penuh bolongan yang memanjang, bukti bahwa telah terjadi proses pencairan dan juga pembekuan dalam beberapa tahun ini.
Selain mengukur penyusutan es, para peneliti mencari tahu apakah mencairkan salju di puncak berakibat pada aktivitas manusia dan mempengaruhi iklim.
Sementara, para pendaki Gunung Kenya mengaku bingung. Sebab, mereka menemukan level es yang berbeda ketika mendaki kembali gunung itu. Atas perubahan itu, para pendaki menyerukan tindakan darurat untuk menyelamatkan es di puncak Gunung Kenya.
Salah satunya, Waithera Kuria, pendaki dari Nairobi. Dia mengatakan apa yang dilihatnya saat ini berbeda ketika dia menaklukan Gunung Kenya 15 tahun lalu.
"Berdasarkan apa yang kami lihat dan informasi yang kami dapat dari porter yang bekerja setidaknya dalam 15 tahun, kondisinya benar-benar berbeda. Ini bukti, pemanasan global nyata," kata dia.
Salju yang meleleh, kata dia, mereka mengalir ke bawah dan membentuk danau-danau.
Fakta pemanasan global di dua Gunung Kenya dan Kilimanjaro harus dijadikan pegangan Afrika dalam konferensi perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark. Warga dunia harus memerangi pemanasan global.
Menanggapi fenomena serupa di Gunung Kenya dan Gunung Kilimanjaro, beberapa waktu lalu diadakan konsolidasi antar negara Afrika di Addis Ababa.
Diputuskan bahwa Afrika tidak akan menerima pengganti Protokol Kyoto. Afrika. Jika diganti, dikhawatirkan komitmen negara-negara industri maju melemah, sementara semua bagian bumi, tak terkecuali, bisa jadi korban.
sumber: berbagai sumber
![]() |















16 komentar:
waw
menakutkan yaaa
wah ngeri juga kalo semua es di puncak gunung hilang., inikah efeknya pemanasan global??
trus gimana untuk mengurangi dampaknya?
diambil tukang cendol kali boz... :b:
tanam minimal 1 pohon dirumah qt...oke?
wuih bahaya juga ya kak. . .jadi takut nieh, semoga aja dunia makin aman, amien. . .
mampir yuk kak ke blog aku, sepi tuh gak ada kakak :a:
tidak hanya kilimanjaro aja yang es nya mulai luntur ...
cartenz piramid yang ada di papua juga mengalami nasib yang sama ...
waduh sapa yang mengambil kurang ajar tuh
wah.. ntar indonesia kelelep deh..
ayo..
stop global warming...
jangan beli buku.....
biar kayunya gak abis...
mari dukung stop global warming
keren artikelnya sob, salut
sepertinya kita harus siap-siap ngungsi nih (tapi kemana yah he he)
oh bumiku sayang.. bumiku malang...
lama2 puncaknya jadi gundul deh tu....
global warming nih...
tenang, menjaga lingkungan bumi itu harus hukumnya. kondisi bumi bisa berubah, karena memang tidak ada sesuatu yang statis di dunia ini. tapi global warming itu hoax:k:
:b:
buat gw itu bukan hal yang aneh lagi...mama lorenz aja ga bisa ngeramalin apa yang tejadi di tahun 2012...
seakan2 ada yang tirai hitam yang menutupin tahun tersebut..
tapi klo kata gw sih..pulau jawa 50tahun kedepan bisa tenggelem klo lumpur sidoarjo terus membara...
tapi kebangetan tuh es cendol bisa2nya es sebesar itu di congkel..emang muat ya ntuh gerobak nya :a:
wah, kalo es di kilimanjaro aja ilang, kutub U-S juga donk...
STOP GLOBAL WARMING! :g:
wah, GILA! gimana nih nasib bumi. ini emang alami ato gara2 ulah manusia?